Search This Blog

Jalan Malioboro Sebagai Wisata Belanja Dan Sejarah


Memories MA Darma Goes To Joga, 18 sd 19 April 2019. Wisata ke Jogja terasa tidak sempurna tanpa mampir di Malioboro. Jalan Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta. Nama Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough.

Jalan ini sangat terkenal dengan pedagang kaki limanya yang menjual beraneka ragam kerajinan khas Jogja, souvenir, cenderamata, pernak-pernik, t shirt, batik dan disempurnakan lagi dengan adanya wisata kuliner yang menggoda selera makan kita, disuguhkan oleh warung-warung lesehan, menyajikan berbagai makanan khas Jogaja yang terkenal lezat dan bergizi tinggi, seperti : gudeg, krecek, bakpia pathuk, oseng-oseng mercon, sate klatak, tongseng petir, yangko, cilok gajahan, cenil, geplak, sate kelinci, gatot, nasi tiwul, sego abang jirak dan lain sebagainya.


Disamping itu, Malioboro termasyhur juga sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sedang mengekpresikan kemampuan mereka, seperti bermain musik, melukis, hapening art, Pantomim yang biasanya digelar disepanjang trotoar jalan ini, pokoknya nyesel deh jalan-jalan ke Jogja tapi tidak mampir di Malioboro.

Ada satu lagi, disamping terkenal sebagai wisata belanja, seni dan kuliner. Jalan Malioboro masuk juga sebagai obyek wisata sejarah, yang menyimpan berbagai cerita menarik. Karena dari sini kita bisa meneruskan mengunjungi obyek wisata lain yang jaraknya cukup dekat, misalnya seperti : Keraton Yogyakarta, Alun-alun Utara, Masjid Agung, Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo dan Kampung Kauman.

Disamping itu, kita juga bisa mengunjungi Wisata Arsitektur peninggalan kolonial yang masih bisa disaksikan sampai sekarang ini seperti : gedung siciatet (taman budaya), bank Indonesia, hotel Inna Garuda dan bank BNI’46. Ada juga perpustakaan umum milik pemerintah provinsi DIY bagi wisatawan yang gemar membaca.

Ciri khas lain dari Malioboro yang tidak ada di tempat lain seperti : puluhan andong dan becak yang parkir berderet disebelah kanan jalan. Sedangkan sebelah kiri jalan akan terlihat ratusan kendaraan bermotor yang diparkir berjajar. Sebagai bukti kalau Malioboro mempunyai daya pikat yang mampu menyedot wisatawan dari mana saja bahkan sampai mancanegara.

Dan perlu untuk diketahui, ini adalah objek terakhir yang dikunjungi oleh rombongan wisata MA Darma Goes To Joga, 18 sd 19 April 2019 bersama Ariena Tour.

Thank you and see you again next year, Bye bye!!!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jalan Malioboro Sebagai Wisata Belanja Dan Sejarah"

Post a Comment