Cari Blog Ini

Kisah Dibalik Pementasan Sendratari Ramayana Di Candi Prambanan


Alur utama cerita pementasan Sendratari Ramayana di Candi Prambanan adalah bersumber dari Kisah cinta Rama dan Dewi Sita. Cerita ini mengisahkan, seorang puteri cantik jelita dari negeri Mantili yang bernama Shinta, puteri dari Prabu Janaka yang sedang mencari Jodoh. Sang Prabu mengadakan sayembara. Seorang putera mahkota dari Ayodya yang bernama Rama Wijaya akhirnya memenangkan sayembara dan berhak mempersunting Dewi Shinta.


Tapi sayank Rahwana, raja raksasa dari kerajaan Alengka, diam-diam menyimpan hasrat yang sama untuk mempersunting Shinta menjadi permaisurinya. Maka ia segera mengatur siasat, disaat Shinta, Rama dan adiknya Laksmana dalam perjalanan pulang memasuki hutan Dandaka,  Rahwana memerintah raksasa bawahannya Marica untuk menyamar menjadi Kijang Kencana yang lincah dan cantik. Siasat Rahwana berjalan mulus, Shinta terpikat dengan kelincahan dan kecantikan Kijang Kencana ini, sehingga meminta Rama untuk menangkapnya. 

Ternyata si Kijang lincah ini sangat sulit untuk ditangkap, akhirnya Rama menjadi kesal dan dipanahlah si Kijang hingga kesakitan dan menjerit keras, akhirnya berubah kembali ke wujud aslinya menjadi raksasa Marica. Mendengar teriakan Marica. Shinta mengira yang berteriak adalah Rama. Karena kuatir terjadi sesuatu pada Rama, Shinta meminta Laksmana untuk menyusul Rama. Awalnya Laksmana tidak mau, karena merasa bahwa keselamatan Shinta telah menjadi tanggung jawabnya. Namun karena Shinta terus mendesak akhirnya berangkatlah Laksmana menyusul Rama. Sebelum pergi dia membuat rajah sakti berupa garis melingkar di sekeliling Shinta sebagai proteksi. Sehingga tidak ada seorangpun yang mampu menembus garis tersebut.



Ketika Shinta sendirian, Rahwana mencoba menculik Shinta. Namun dia tidak mampu menembus garis yang dibuat Laksmana. Dengan cara licik Rahwana menyamar menjadi orang tua yang terlihat lemah dan pesakitan. Melihat orang tua ini, hati Shinta terketuk iba untuk menolong dan menghampirinya, tanpa disadari Shinta telah keluar dari garis perlindungan rajah sakti. Tiba-tiba, pak tua berubah menjadi Rahwana dan membawa kabur Shinta dengan cara terbang ke negeri Alengka Diraja.

Di tengah perjalanan, Rahwana dihadang oleh Jatayu, seekor burung garuda raksasa sahabat Janaka ayah dari Shinta. Jatayu mencoba menyelamatkan Shinta, terjadilah perang sengit antara Rahwana dan Jatayu. Namun ternyata Rahwana dengan mudah mengalahkan Jatayu. Dalam keadaan sekarat, burung garuda itu berusaha mencari Rama untuk mengabarkan tentang penculikan Shinta yang dilakukan oleh Rahwana. Jatayu berhasil menemukan Rama, setelah selesai bercerita gugurlah Jatayu.

Rama dan Laksmana segera menuju ke Kerajaan Alengka untuk menyelamatkan Shinta. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seekor kera putih yang bernama Hanuman. Mereka saling bercerita masalah yang dihadapi satu sama lain. Sang kera putih ini sedang menjalankan tugas  pamannya Sugriwa untuk mencari bantuan agar bisa mengalahkan Subali kakaknya sendiri. Subali yang sakti berniat merebut Dewi Tara yang merupakan kakasih adiknya Sugriwa. Rama Wijaya dengan sukarela bersedia membantu mengalahkan Subali. Dengan mudah Rama mengalahkan Subali, sehingga Dewi Tara kembali kepada Sugriwa dan menjadi isterinya.

Merasa hutang budi kepada Rama, Sugriwa menawarkan bantuan untuk mencari Shinta. Lantas disusunlah strategi untuk menyelamatkan Shinta. Sugriwa memerintahkan Hanuman untuk pergi ke Alengka. Selain memastikan bahwa Shinta masih selamat, sekaligus untuk menjajagi kekuatan angkatan perang Kerajaan Alengka.

Shinta ditawan di Taman Kerajaan Alengka yang disebut Taman Argasoka. Rahwana terus membujuk Shinta untuk bersedia menjadi isterinya. Segala cara diupayakan. Termasuk dengan mengutus kemenakannya Trijata untuk terus mendampingi dan membujuk Shinta. Namun semua bujuk rayu Rahwana tidak pernah berhasil menggoyahkan pendirian Shinta. Sampai kemudian datanglah Hanuman yang berhasil menyusup masuk ke Taman Argasoka. Dia segera menghadap Shinta dan menyampaikan bahwa dirinya adalah utusan Sang Rama. Kesedihan Shinta mendadak hilang, berganti dengan harapan bahwa sang suami tercinta akan segera datang menyelamatkan dirinya.

Selesai bertemu dengan Shinta, Hanuman tidak langsung meninggalkan Alengka. Dengan sengaja ia berkeliling istana untuk menjajagi kekuatan angkatan perang Kerajaan Alengka.

Bersambung... Untuk kelanjutannya klik disini 👉 Terbakarnya Kerajaan Alengka
Referensi:
– Id.wikipedia.org

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Dibalik Pementasan Sendratari Ramayana Di Candi Prambanan"

Posting Komentar