Search This Blog

Kampung Suwong


Village Deserted
Disebuah kampung yang sepi tinggallah seorang ayah bersama putri - putrinya yang lucu-lucu. Sang ayah yang sudah memasuki usia paroh baya selalu mengelus dada menahan kesabaran melihat sikap dari anak-anaknya yang teramat aneh dan lucu, sang ayah menyadari bahwa yang namanya kesabaran itu tidak ada batasnya, kalau ada batasnya bukan kesabaran namanya.

Bagaimana tidak lucu mereka punya mulut tapi tidak mau berbicara atau menanyakan terhadap apa yang terjadi, setidaknya untuk mengungkapkan uneg - uneg atau pertanyaan - pertanyaan dalam hatinya sehingga terbukalah tabir kebenaran, bukannya hanya diam saja dan lebih dikenal dengan istilah ngambek atau mutung yang disebabkan  kesal terhadap sesuatu hal, yang menyebabkan tabir kebenaran tidak terungkap malah semakin dalam tersembunyi, inilah yang sedang dialami anak - anak sang ayah yang kebetulan putri semua lucu kannnnn.

Usaha demi usaha selalu dilakukan oleh sang ayah agar anak-anaknya mau berbicara, berfikir dan berkreasi inovatif serta menyenangkan seperti dulu lagi.

Apapun yang sudah dilakukan oleh sang ayah mental tiada guna, seorang ayah yang hebat tak pernah menyerah, apalagi sampai kehabisan cara agar  anak - anaknya mau berbicara lagi setiap ada masalah yang dihadapi bukannya diam atau ngambek membisu. Disetiap tengah malam disaat putri - putrinya tertidur lelap, sang ayah bangun sholat tahadjud dan berdoa kepada sang pencipta demi kebaikan anak - anaknya, karena sang ayah paham betul dialah tempat curhat terbaik, sang ayah pun tak lupa memohon agar keceriaan putri - putrinnya dikembalikan seperti dulu lagi, karena dengan diamnya mereka sang ayah tidak mampu memahami apa yang mereka inginkan dan yang mereka pendam.

Inilah do'a yang selalu dilantunkan oleh seoang ayah  "Ya Allah... yaa robb... kalau diamnya mereka merupakan ujian bagiku maka kembalikan bicara mereka untukku, karena ini diluar batas kemampuanku, sedangkan engkau telah berjanji hanya menguji hambamu dalam batas kemampuannya. Maka kebalikanlah suara mereka untukku yaa rohmaan yaa rokhiim..."

Begitu dalamnya do'a seorang ayah untuk kebaikan anak-anaknya, setelah itu sang ayah tertidur diatas sajadahnya yang tak jauh dari putri - putrinya dan tak seberapa lama sang ayah pun bangun memasak... untuk sarapan putri - putrinya dan dirinya.

Tepat jam empat pagi semua putrinya sudah bangun untuk melakukan rutinitas pagi, mulai sholat subuh, mandi dan sarapan sebelum berangkat ke madrasah. Hanya ada satu yang beda salah satu dari mereka, yang paling kecil bertanya, "apa ayah tidak bosen hidup dalam kemiskinan seperti ini, sedangkan ayah selalu berdoa dan berharap dalam sholat agar dikasih rejeki yang melimpah, toh ayah tetap miskin ???????. Sang ayah yang arif dan bijak tersenyum atas pertanyaan anaknya, dia pun mulai berbicara... "siapa yang bilang ayah miskin", itu salah besar anakku... diluar sana banyak sekali suami istri yang punya rumah bagus, mobil mewah, tabungan bermilyar-milyar tapi mereka sedih tidak bahagia, galau tidak ada kebahagiaan dirumah mereka karena tidak punya anak, berbagai usaha hingga bayi tabung dengan biaya ratusan juta hingga bermilyar - milyar pun dilakukan tetapi tetap gagal juga. Sedangkan ayah punya kalian semua apa itu tidak kaya raya anakku.

Sang anakpun terpukau dengan jawaban sang ayah yang luar biasa, lalu satu lagi dari mereka bertanya "apa ayah tidak malu berpendidikan tuntas sebagai seorang sarjana tapi jadi seorang petani dengan lahan yang tak seberapa luas, jadi pedagang tapi hanya pedagang kecil dengan omset yang tak seberapa, jadi guru tapi hanya guru madrasah swasta dengan gaji kecil"??? sekali lagi tidak malukah ayahhh???

Sang ayah tetap dalam senyum manis dihadapan semua anaknya, sambil menarik nafasnya dalam-dalam untuk menjawab pertanyaan dari salah satu anaknya yang lain, anakku... ketika ayah belajar dimadrasah sampai lulus dari perguruan tinggi ayah berusaha keras menepis  niat yang terselip dalam hati untuk mendapatkan kedudukan yang terhormat dimasyarakat dan penghasilan luar biasa melimpah dari hasil pendidikan dan kepandaian yang ayah peroleh, karena apabila itu semua ada dihati kita. Maka Allah sudah menyediakan tempat duduk dari neraka bagi pencari ilmu yang mengejar kedudukan dunia.

Sedangkan Allah sudah berjanji akan mengangkat derajat siapa saja berilmu dan beriman diantara kita semua pada posisi yang lebih tinggi derajatnya beberapa tingkat daripada lainnya dan sekarang ayah sudah merasakan itu semua sebagai seorang guru di Madrasah, terus masih adakah yang lebih terhormat dan mulya dari seorang guru anakku...??? Murid-murid ayah bahkan masyarakat memanggil ayah sebagai seorang guru... apa masih kurang terhormat... ???

Sedangkan masalah rejeki, jangan sekali - kali engkau mengukur dari materi semata anakku, ingat keluarga, saudara, teman yang baik, kita masih bisa bernafas lepas tanpa alat bantu, kesehatan,  kebahagian bahkan kalian semua sebagai anakku adalah rejeki yang dilimpahkan oleh Allah pada ayah yang tak bisa kalian bandingkan dengan materi yang ada diseluruh bumi ini wahai anakku... 😍😍😍

Semua anaknya terpukau hanyut dalam keindahan jawaban sang ayah yang mengagumkan... lalu yang paling besar diantara mereka bertanya, tapi sebelum bicara sang ayah mengingatkan sekarang saatnya persiapan berangkat ke Madrasah waktunya sudah mepet, nanti kita lanjutkan lagi tanya jawabnya sepulang dari madrasah...

Setelah bersalaman dan mengucapkan salam anak-anak pun berangkat ke Madrasah begitu juga sang ayah 😊😊😊 Pukul 13.30 seluruh keluarga anak-anak beserta ayah sudah berkumpul dirumah semua dan siap untuk makan siang yang telah disiapkan oleh ayah 30 menit sebelumnya dengan dibantu oleh ketiga anaknya, meskipun jauh dari sederhana anak-anak tidak ada yang mengeluh yang terpenting halal, baik dan mengandung cukup asupan gizinya mereka sudah sangat bersyukur bahagia. Bisa jadi itu semua terjadi karena bimbingan dari sang ayah yang arif, bijak dan berpengetahuan luas dari segi ilmu dunya wal akhiroh dan tak lupa semua atas hidayahNya.

Sehabis makan siang ketiga putrinya diajurkan istirahat sejenak sedang sang ayah melanjutkan aktifitas rutin memberi makan ternaknya kambing ayam bebek dll sebagai penopang ekonomi keluarga yang bersifat tahunan atau musiman, sehabis sholat asyar sang ayah pergi ke sawah menengok tanaman padi yang mulai menguning yang hasilnya tak seberapa, tapi cukup untuk makan satu keluarga setahun lamanya, sekaligus mencari rumput atau daun-daunnan untuk ternaknya. Sedangkan ketiga putrinya bersih-bersih rumah, kandang dan membuka toko sembako kecil yang mereka punya sebagai penunjang ekonomi harian keluarga mereka, tanpa diperintah mereka sudah tahu apa yang harus dikerjakan karena sudah menjadi rutinitas bimbingan dari sang ayah yang bijak dan cerdas.

Menurut sang ayah penghasilan keluarga hebat bukan dari besar nomilnya tapi harus mecakup tiga hal yaitu penghasilan yang sifatnya harian, bulanan, musiman dan tahunan dan semua dimiliki oleh keluarga mereka. 😍Tepat pukul 17.00 semua sudah siap untuk mandi dan menunggu waktu sholat magrib berjamaah, sesudah itu mengaji sejenak dilanjutkan dengan belajar sampai pukul 21.00 dan sang ayahpun mempersiapkan makan malam untuk semua.

Sehabis itu sharing sejenak, dan sang ayah tampak bahagia karena mulut ketiga putrinya sudah terbuka untuk bersuara, baginya itu adalah anugrah sang pencipta yang teramat indah. Sang ayah memulai bercengkrama dengan mereka dalam sharing terbuka dengan ketiga putrinya, terutama putri sulungnya yang tadi pagi sebelum berangkat sekolah sempat mau menanyakan sesuatu, tapi tidak jadi karena waktu tidak memungkinkan.

ayah : silahkan nakk...!!! kamu mau menanyakan apa??? inshaAllah ayah akan menjawabnya bila ayah sanggup untuk menjawabnya...
putri sulung : gak jadi yaahhh... !!!
ayah : kenapa??? kok gak jadi...
putri sulung : takut ayah sedih atau tersinggung.
Ayah : diam sejenak... tersenyum kemudian berkata "inshaAllah ayah tidak sedih dan tersinggung terhadap apa yang kamu tanyakan..."
putri sulung : bener yaahh!!! janjil lhoo yaahhh...
ayah : iyaaa....
Putri sulung : begini lhoo yahh... sebenarnya kami kesal terhadap apa yang menimpa ayah, dimata kami ayah orang yang baik dan rajin beribadah, tapi kenapa keberuntungan jauh dari ayah??? apa Allah tidak sayang kepada ayah??? buktinya bunda tega meninggalkan ayah dan kita semua, karena ayah selalu dalam kemiskinan sehingga bundan capek dan meninggalkan ayah dan kita semua!!!

Satu lagi yahh... kami heran kenapa ayah baik baik saja ??? tidak patah hati, marah atau dendam sama bunda yang pergi dan meninggal ayah mencari laki-laki lain yang lebih segala galanya dari ayah. sedangkan kebanyakan orang yang ditinggal pacarnya aja mereka patah hati bahkan ada yang nekat bunuh diri. sedangkan ayah baik - baik aja!!!
ayah : Sang ayah pun tampak terkejut dan sekilas tampak sedih yang menyebabkan sudut bola matanya membasah terhadap apa yang ditanyakan putri bungsunya.
putri bungsu : maafkan aku yahhh!!!
sejenak semua terdiam dalam kepiluan dan kerinduan pada sosok seorang bunda yang seharusnya menjadi pahlawan untuk keluarga terutama anak-anaknya😭😭😭

Tak berapa lama senyum manispun mengembang dari mulut sang ayah, sambil mengusap titik air mata disudut bola matanya dengan jari telunjuk dan jempolnya, kemudian sang ayah pun menjawab... "anakku... ayah terkejut bukan karena ingat bunda kalian yang telah meninggalkan kita semua, tapi pertanyaan kakak kalian yg membuat ayah terkejut, bila kita diuji dengan berbagai macam ujian dan cobaan itulah tanda kalau Allah sangat menyayangi kita semua, karena Allah telah berjanji akan menguji setiap hamba yang beriman sesuai dengan kadar imannya, semakin tinggi iman seseorang maka semakin berat pula ujian dan cobaan yang diberikan olehNya. Ingat sejarah para nabi rosul Allah dan para kekasih Allah, apa mereka bebas dari ujian dan cobaan ??? tidak...!!! justru ujian dan cobaannya begitu berat wahai anakku !!! oleh karena itu jangan kalian ragukan kasih sayang Allah pada ayah dan kita semua.

Untuk pertanyaan yang kedua kenapa ayah baik baik saja ketika dihianati dan ditinggalkan bunda kalian tanpa dendam dan kebencian, itu semua karena cinta ayah pada bunda kalian begitu tulus, semua karena Allah tidak hanya kecantikan dan nafsu semata, bila cinta ayah pada bunda kalian karena kecantikan jasmani dan nafsu semata mungkin ayah akan marah, patah hati, gila atau bisa juga bunuh diri.

Jujur bunda kalian begitu cantik menurut ayah, dengan niat awal ingin membahagiakan  membimbing bunda kalian pada jalan kebenaran tapi maaf ayah telah gagal, cinta ayah pada bunda kalian begitu besar sehingga ayah berani ambil keputusan sendiri untuk menikahi bunda kalian walau tanpa persetujuan kedua orang tua ayah, karena mereka paham betul karakter bunda kalian yang materialistis, ternyata karakter tersebut sulit sekali untuk dirubah sehingga ujungnya bunda kalian meninggalkan kita semua, karena bagi jiwa materialistis kebahagiaan itu hanya terletak pada kebendaan semata, tapi jangan suuzdon dulu... kalau bunda kalian meninggalkan kita semua untuk mencari laki - laki lain yang lebih kaya, siapa tahu dia hanya BT saja dan kembali ke orang tuanya hhhh,
ketiga putrinya turut juga tersenyum karena jawaban terakhir sang ayah. 😊😊😊

yang terakhir... semua yang terjadi sudah ada yang merencanakan wahai anakku, sebelum kita lahir, kita tinggal jalani aja teruslah tawakkal kembalikan semua kepada Allah, yang penting kita suda ikhtiyar untuk menjadikan sesuatu yang terbaik, inshaAllah semua akan baik-baik saja, lebih penting lagi yang mengalahkan segala-galanya, kalian semua cantik - cantik seperti bunda tapi hati dan pikiran kalian seperti ayah hhhhhπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Semua putrinya bertanya, "ayah kok tau... kalau hati kita seperti ayah" ??? ayah pun menjawab "itu buktinya kalian semua tidak meninggalkan ayah dan lebih suka tinggal bersama ayah".

Ketiga putrinya pun tertawa lepas karena jawaban sang ayah wkwkkk πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† ternyata dibalik penderitaan tersimpan kebahagiaan yang luar biasa, tinggal kita pandai gak mengolahnya.

Masihkah ada yang bertanya??? inshaAllah ayah akan siap menjawabnya, masih yahh... "putri kecilnya pun bertanya", seandainya saja bunda nanti kembali pada kita semua apa ayah memaafkan bunda dan masih menerima bunda diantara kita ???

Ayah : anakku dalam ikatan pernikahan diibaratkan menyatukan dua jiwa dari kepribadian dan karakter yang berbeda menjadi satu ikatan keluarga dengan tujuan mencapai sesuatu yang dinamakan keluarga SAMAWA (sakinah mawaddah warohmah yaitu rasa tentram penuh cinta dan kasih sayank) dan untuk mencapai keluarga SAMAWA mustahil terjadi kalau masing-masing individu dengan karakter yang berbeda suami atau istri saling menonjolkan dan mengutamakan egonya sendiri - sendiri, tanpa ada satupun kemauan untuk mengalah minta maaf atau memberi maaf dengan istilah lain saling memaafkan. Tanpa sikap saling memaafkan bahtera keluarga akan retak, kandas bahkan tenggelam dalam perjalanan sebelum tercapai keluarga SAMAWA, oleh karena itu inshaAllah  ayah akan memaafkan dan menerima bunda kalian seandainya kembali pada kita semua.

Apa ayah masih mengharapkan atau merindukan bunda kembali??? "lanjutan dari pertanyaan putri kecilnya", ayah pun tersenyum dan berkata tidak semua pertanyaan harus dijawab wahai anakku ada sesuatu yang sifatnya privacy ayah sendiri yang tahu. Hampir bersamaan ketiga putrinya pun menjawab yaa yahhh ( walau sejatinya sang ayah dan ketiga putrinya merindukan kembalinya sosok bunda ditengah-tengah mereka ).

Saatnya kita tidur anakku... mari kita istirahat biar besok kita bisa fresh untuk bangun kembali dang jangan lupa berdoa agar bisa bermimpi indah. Mimpi bertemu bunda yaa yahhh...  "si kecil pun melanjutkan kata-kata sang ayah", sehingga semuanya tertawa wkwkwkkkkkk

akhirnya mereka pun tertidur semua dan bermimpi indah sekali kembalinya sang bunda ditengah-tengah mereka.

Tepat jam 04.00 semua sudah bangun, rutinitas pagi pun berjalan seperti biasa, hanya saja pagi itu terasa beda semua wajah anak - anak tampak berseri - seri, sehabis sarapan masing - masing bercerita jika semalam mereka bermimpi kalau sang bunda kembali ditengah - tengah mereka, begitu juga sang ayah. Ayah pun berkata "karena kita semua mimpi yang sama, mungkin ini pertanda baik dari Allah, semoga saja bunda kalian akan segera kembali ditengah - tengah kita lagi", serempak semua putrinya menjawab Aamiinn.

Jam 06.30 saatnya anak - anak pun berangkat ke madrasah begitu juga sang ayah dan tepat pukul 13.00 mereka pun pulang ke rumah, alangkah terkejutanya mereka semua, ketika melihat di meja makan sudah tersedia makan siang yang lezat dan rumahpun terlihat bersih dan rapi. Tiba - tiba dibalik almari muncul seseorang yang tak asing bagi mereka dan serempak mereka pun berteriak bundaaaa...!!! spontan merekapun memeluk bundanya, jangan tinggalkan kami lagi bunda, kami semua ingin bunda selalu ada diantara kami "raju'an si bungsu pada bundanya", yaa sayangk... maafkan bunda, bunda janji tidak akan meninggalkan kalian lagi, lalu bunda pun melepaskan pelukannya dan medekat pada sang ayah kemudian dia pun berkata maafkan aku yahh, aku memang istri materialistis yang tidak tahu bersyukur, mengukur semua dengan materi ternyata materi bukan segala galanya tanpa kalian bunda tidak bisa hidup...

ayah : cie cie bunda bohong ...
bunda : kok bohong !!!
ayah : tuh nyatanya bunda masih hidup, katanya gak bisa hidup tanpa kami, bohong kannn...
anak anak : betul yahh bunda bohong!!!
bunda : haiii kalian jahat sekali bully bunda...
semuanya pun tertawa bahagia...

Akhirnya merekapun kumpul kembali dalam kebahagian yang sejati, karena kesabaran dan keluasan ilmu sang ayah...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kampung Suwong"

Post a Comment