Cari Blog Ini

Kisah Kurma Yang Membusuk


Rasululloh SAW pernah menyampaikan kabar kepada Abdul Rahman bin Auf r.a bahwa ia akan masuk ke syurga secara perlahan dan merangkak, karena  terlalu kaya. Hal Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama. Maka mendengarkan ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun memutar otaknya dan berfikir, bagaimana agar dia menjadi miskin sehingga dapat masuk syurga lebih awal.

Selepas Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Melihat kondisi ini Abdul Rahman bin Auf r.a pun segera menjual semua hartanya,   kemudian semua uangnya ia pakai untuk memborong semua kurma busuk milik para sahabat tadi dengan harga yang sama dengan  kurma bagus dan segar.

Akhirnya semuanya pun bersyukur "Alhamdulillah" kurma yang dikhawatirkan tidak laku, akhirnya laku juga diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf. Itulah skenario Allah, orang-orang yang menolong agama Allah (berjihad) maka Allah pula yang akan menolong kehidupannya.

Para sahabat gembira kurma busuknya telah terjual dan laku seperti kurma bagus, begitu juga Abdul Rahman bin Auf r.a pun turut bergembira dengan tiada terkira karena bisa jatuh miskin. Semua pun Bersyukur "Alhamdulillah" Namun... "Subhanalloh" skenario Allah itu memang terbaik. Tiba -tiba, datang utusan dari Yaman dengan membawa berita, bahwa Raja Yaman mencari kurma busuk. Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa digunakan untuk  menyembuhkannya adalah Kurma Yang Membusuk!

Utusan Raja Yaman pun berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat harga kurma biasa "Allahu Akbar"

Jadi... kalau kita mau berfikir dan merenung, sejatinya sumber  rezeki itu datang bukan dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk melainkan dari Allah SWT lah sumber  pemberi Rezeki. Krn Allah lah yang membuat skenarionya.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Kurma Yang Membusuk"

Posting Komentar