Cari Blog Ini

Penyusunan Naskah Khitobah


Aristoteles murid plato yang paling cerdas dia menulis tiga jilid buku yang berjudul De Arte Rhetorica, yang mana berisi lima tahap penyusunan pidato yang lebih dikenal sebagai lima hokum retorika ( The Five Canons Of Rhetoric ).

5 tahapan penyusunan naskah khitobah atau pidato yaitu sebagai berikut :

Inventio ( penemuan ) Pada tahap ini pembicara menggali dan mencari topic / materi untuk menentukan tema yang tepat yang sesuai dengan kejadian tertentu dan situasi tertentu dengan metode persuasi yang ada dan dalam tahapan ini pula pembicara merumuskan tujuan dan mengumpulkan bahan ( Argumen ) yang sesuai dengan kebutuhan khalayak.

Dispositio ( penyusunan ) Pada tahap ini, pembicara menyusun pidato atau mengorganisasikan pesan / materi yang akan disampaikan. 
       
Elocutio (Gaya) Pada tahap ini pembicara menyusun kata – kata dan menggunakan bahasa yang tepat untuk “mengemas” pesannya. Dalam memilih kata 2 dan bahasa ada 4 hal yang perlu diperhatikan oleh seorang yang mau berpidato.
  • Pilih bahasa tepat, benar dan dapat diterima oleh recipient. 
  • Pilih kata – kata yang jelas dan langsung. 
  • Sampaikan kalimat yang indah mulia dan hidup
  • Sesuaikan bahasa dengan pesan, khalayak dan pembicara ( sesuai dengan kemampuan recipient..
Memoria (Memori) Pada tahap ini, pembicara harus menginat pesan yang ingin disampaikan dengan cara mengatur pembicarannya. Untuk membantu ingatan seorang pembicara bisa menggunakan jembatan keledai atau jembatan ingatan (Mnemonic) untuk mempermudah ingatan Contoh menghafal Sembilan planet tata surya bisa menggunakan kata – kata mevebumayusaurnepplo (merkurius, venus, bumi, mars, yupiter saturnus, uranus, neptunus dan plutto) atau bisa juga membawa catatan–catatan singkat untuk membantu ingatan.

Pronountiatio (Penyampaian) Pada Tahap ini pembicara menyampaikan pesannya secara lisan. Disini acting sangat berperan. Demosthenes menyebutnya hypocrisis ( boleh jadi disini muncul kata hipokrit ) dan disinilah pembicara harus memperhatikan olah sura ( Vokal ) dan diiringi dengan gerakan – gerakan anggota badan missal tangan, bola mata bentuk bibir dan lain lain. Namun pembicara harus tetap berpedoman pada dasar – dasar kebenaran dan kebajikan.

Apabila tahapan demi tahapan dalam menyusun teks khitobah terlaksana dengan baik akan menambah kesiapan dan kepercayaan diri seseorang untuk menjadi sosok public speaking.

( tugas membuat teks khitobah dalam acara halal bihalal atau yang lain ).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyusunan Naskah Khitobah"

Posting Komentar