Cari Blog Ini

Kenapa Kita Tidak Mau Berubah

gambar 1
Salak dan Bijinya


Sekilas kalau kita mau memperhatikan buah salak, sebenarnya ada pelajaran yang sangat berharga untuk memberi motivasi pada kita, sebuah pelajaran untuk berubah menjadi lebih baik, dari buah salak itu sendiri antara daging dan bijinya.

Buah salak ketika musimnya bisa mencapai harga terendah dipasaran sekitar 3000/kg, itu  saja kadang2 sudah harga dipedagang, coba kalao dari petaninya mungkin bisa hanya 2000 atau bahkan 1500 rupiah, itulah buah salak, dan nilai itu hanya ada pada daging dari buah salak itu sendiri, sedangkan selebihnya kulit atau bijinya mungkin hanya jadi sampah semata, atau tidak mempunyai nilai ekonomis sedikitpun. 

Tapi lain lagi, bagi pengrajin biji salak, ditangan sang pengrajin, biji salak yang tidak ada nilai ekonominya bisa berubah menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi, jauh melebihi nilai dari daging buah salak itu sendiri, dengan sedikit usaha yang penuh dengan kecermatan biji salak yang notabennya berada ditempat sampah, bisa berubah menjadi barang yang berharga misal : tasbih, gelang, kalung atau pernak - pernik lainnya.   

Dari sinilah kita bisa mengambil pelajaran yang berharga, biji salak yang merupakan sesuatu yang dikatakan tidak berharga atau tidak mempunyai nilai ekonomi bisa meningkat menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi jauh melebihi sesuatu yang sebelumnya sudah bernilai ekonomi yaitu daging buah salak itu sendiri. Kuncinya terletak pada biji salak itu sendiri, harus siap untuk dirubah oleh sang pengrajin, mulai dari dijemur sampai kering, digergaji, dibur dan dikasih berbagai tindakan lainnya untuk meningkatkan nilai intrinsik biji salak itu sendiri, untuk diangkat dari sampah menjadi barang yang berguna.   

Kembali kepada kita manusia yang dikarunia akal pikiran, jangan sedih bila ada yang mengatakan kita bodoh, tidak berbakat atau tidak punya potensi sedikitpun, ingat orang - orang besar didunia misalnya, kita ambil contoh Albert Enstein yang terkenal dengan teorinya E=MC2, konon ketika masih kecil bicara saja gagab sering diejek temannya, bahkan pernah dihina oleh gurunya dengan panggilan debil/moron atau lebih terkenal dengan istilah idiot, tapi si Albert kecil tidak kenal menyerah ditangan ibunya sendirilah Albert siap dan mau dibimbing  untuk berubah menjadi Albert yang sampai sekarang terkenal sebagai orang yang sangat jenius didunia dengan teori relativitasnya. Kuncinya terletak siapkah kita untuk dirubah menjadi lebih baik. 

Kalau begitu, kenapa kita tidak mau berubah ???   


By : artikelngawuryes.blogspot.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenapa Kita Tidak Mau Berubah"

Posting Komentar